Kamis, 08 November 2012

Tetap Tersenyum


Setiap orang pasti pernah kecewa...
Ketika kita sangat menginginkan sesuatu,  kita akan berusaha untuk mendapatkannya. Berbagai macam cara dan usaha kita lakukan, berdoa tidak pernah kita tinggalkan, sikap optimis selalu kita tumbuhkan karena keyakinan akan semakin mendekatkan kita dengan impian kita.
Namun, apabila Allah SWT berkehendak lain. Impian tersebut gagal kita raih, padahal kita sudah berusaha sekuat tenaga, berdoa tiada henti  dan  selalu optimis. Apakah kita harus menangis dan kecewa atau bahkan menganggap bahwa Allah SWT sangat tidak adil pada kita. Sedih dan kecewa itu sangat wajar dialami manusia jika gagal meraih apa yang dicita-citakan. Tapi menganggap Allah SWT tidak adil bahkan kita terkesan menyalahkan Allah SWT tentu ini salah besar karena Allah SWT sangat tidak pantas untuk kita salahkan. Lalu kita harus bagaimana?
 Coba jawablah pertanyaan ini. Apakah keinginan kita tersebut adalah yang terbaik bagi kita? Dapatkah kita menjawab pertanyaan tersebut?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya  akan menceritakan sebuah kisah nyata. Ada seorang lulusan akuntansi yang kecewa berat bahkan sampai menangis karena  tidak lolos sebuah tes PNS di salah satu badan negara, padahal ini adalah tes terakhir setelah melalui serangkaian tahapan tes. Kenyataan bahwa teman seperjuangan tesnya ternyata  lolos, membuatnya semakin kecewa. Padahal dia sudah sangat yakin, sudah berusaha maksimal dan juga tidak lupa untuk berdoa. Tapi ternyata Allah SWT berkehendak lain. Allah SWT tidak mengabulkan keinginannya tersebut.
Kecewa itu pasti karena setiap orang pasti memiliki rasa dan keinginan, ketika keinginan kita tidak tercapai wajar jika kita kecewa  yang menjadi tidak wajar adalah jika kekecewaan kita berlarut-larut bahkan membuat kita menjadi putus asa, Nauzubillah.
Akhirnya lulusan  akuntansi tersebut tersadar bahwa mungkin ini bukan yang terbaik dari Allah SWT dan mulai menumbuhkan keyakinan bahwa Allah SWT  pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik. Dia mulai bangkit dan mulai melamar pekerjaan lainnya sampai akhirnya ada kesempatan kembali dibuka lowongan PNS disebuah kementrian, dia mencoba untuk melamar dengan tetap memegang keyakinan dan rasa percaya diri. Setelah melalui beberapa tahap yang melelahkan akhirnya Alhamdulilah lulusan akuntansi tersebut diterima menjadi  PNS di  kementrian tersebut dan Alhamdulilah ternyata Allah telah menggantinya dengan yang lebih baik. Darimana kita tahu?
Ternyata temannya yang diterima menjadi  PNS departemen yang dia gagal, bercerita padanya jika dia  tidak betah disana dan ingin keluar. Hal tersebut disebabkan karena  temannya tidak tahan karena dalam pembuatan laporan keuangan selalu ada manipulasi yang bertentangan dengan hati nuraninya. Ini tentu menjadi beban mental tersendiri  bagi temannya.
Sementara lulusan akuntansi tersebut sekarang sedang menikmati pekerjaan barunya yang jauh dari hal manipulasi seperti yang dialami oleh temannya. Dia begitu menikmati pekerjaan barunya sekarang tanpa ada beban mental. Bahkan mendapat bonus keliling Indonesia, karena pekerjaannya mengharuskan dia sering bertugas ke luar kota. Subhanallah, Maha Suci Allah.
Inilah yang menurut Allah SWT terbaik bagi lulusan akuntansi tersebut. Kita belum pernah tahu mana yang terbaik sebelum Allah SWT menunjukkannya dengan terang kepada kita cepat atau lambat. Oleh karena itu jangan keburu-buru kita menganggap bahwa Allah SWT tidak adil pada kita karena apa yang kita inginkan tidak kita peroleh. Siapa tahu malah kegagalan ini adalah yang terbaik bagi kita karena Allah yang lebih tahu mana  yang terbaik buat kita.
Jika kita merasakan kecewa, ingatlah bahwa Allah SWT  sedang mengajari kita untuk ihklas, sabar dan pantang putus asa dalam meraih sesuatu. Ini semua akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih tegar dan kuat dalam menghadapi masalah yang akan selalu kita hadapi selama kita hidup.  
Yang perlu kita lakukan tetaplah berusaha dan berdoa  serta  berprasangka baik kepada Allah. Karena roda selalu berputar, seseorang tidak mungkin selalu gagal dalam hidupnya, ada waktunya dia pasti  akan mendapat keberhasilannya yang terbaik. Jadi tetaplah tersenyum  dalam menjalani hidup yang indah ini. Indah karena Allah SWT akan selalu mendampingi kita apapun keadaan kita, asal kita tidak melupakanNya.

1 komentar:

  1. terima kasih ....
    saya merasa sangat termotivasi karena saya selalu merasa gagal , pdahal saya sudah berusahaaaaaa dan sllu berdoa..

    BalasHapus