Selasa, 13 November 2012

Naskah Lomba Puisi

LOMBA PUISI

AYAH

Tubuhnya kini  ringkih
Namun, semangatnya masih
Rambutnya memutih
Tapi perjuangannya untuk keluarga masih 

Aku melihat garis-garis dan guratan guratan perjuangan
Di setiap  kerutan wajahnya
Aku melihat ketegaran dan kasih sayangnya
Di pancaran matanya yang mulai menua
Aku melihat kerja kerasnya di lengan tangannya yang kurus
Aku melihat kelembutan hatinya Dalam senyum khasnya
 

Dulu aku , egois memang 
Sering menyakitinya dengan kata-kata
Sering memasang tampang menyebalkan di depannya
Dulu, aku kurang ajar memang
Berkata ketus dan kurang menghargainya
Yang mungkin telah melukai hatinya 

Kini, aku sungguh  sangat menyesal Ayah,
apapun keadaanmu kini
Aku tetap bangga padamu
Bangga pada kesabaranmu
Bangga pada kasih sayangmu
Bangga pada kesetianmu pada keluarga
Bangga pada ketegaranmu
Bangga pada ketulusan dan perhatianmu
Dan pastinya aku bangga menjadi anakmu 

Ayah, meskipun rasa cintaku 
mungkin  tidak pernah  terlihat olehmu
Tapi ketahuilah  ayah,
bahwa aku sayang ayah Untuk selamanya…  




Kapan Pulang Nak ?
  
 

Kapan pulang nak ?
Kalimat sederhana  tapi  sungguh luar biasa
Di dalamnya ada kerinduan seorang ibu terhadap anaknya
Tak lupa terselip juga kasih ibu yang abadi 

Kapan pulang nak ? Harap besar  seorang ibu dalam penantian
Namun, hanya bisa dijawab dengan beribu maaf Maaf bu, adek belum bisa pulang
Maaf bu, adek sedang  sibuk mengerjakan tugas  kuliah
Maaf bu, adek sedang disibukkan dengan  organisasi
Maaf bu, adek sedang sibuk ini itu
Maaf bu …  

Kapan pulang nak?
Ibu juga sibuk memikirkan kamu
Sibuk mengatasi rasa rindu ini 

Kapan pulang nak ?
Kalimat itu terus saja mengusik
Terbayang tulus wajah seorang ibu disana
Yang akan menyambut dengan senyuman tulus
Dengan rangkulan kasih sayang
Dan perkataan yang lembut menyejukkan  

Ibu, anakmu berjanji akan segera pulang Menemui ibu segera
Mengobati rasa rindu ibu
Mencicipi masakan ibu
Mencium wangi aroma ibu
Namun, setelah anakmu ini  dapat membuat ibu tersenyum dan bangga  

Kapan pulang nak ?
Kalimat penyemangatku untuk segera meraih cita itu bu
Dan tentunya agar segera bisa  menemui ibu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar