Rabu, 01 Agustus 2012

Terimakasih Akbar & Yoel :)


Terima Kasih Akbar & Yoel ,
Aku banyak Belajar dari Kalian

Malam ini aku menangis,,menangisi banyak hal.. Entah kenapa air mataku sulit untuk dibendung,,mengalir deras begitu saja...
Pertama, aku menangis karena  aku merasa belum bisa membanggakan kedua orang tuaku,,
Kedua, aku menangis karena aku baru saja ditinggal oleh dua sahabatku,,sudah hampir setengah tahun kita menjadi rekan kerja, teman bercanda, teman saling  menumpahkan isi hati dan teman ejek-ejekan,, :p
Ketiga, aku menangis karena aku mendenga lagu “Cahaya Hati”nya Opic dan seketika itu juga rinduku pada Allah semakin membuncah,,
Mungkin malam ini Aku serasa menjadi manusia malang sedunia. Namun, angapan itu semua sirna ketika aku melihat Akbar dan Yoel yahg sedang  tersenyum gembira dan asyik bercanda di depan mess.
Akbar,
Anak berusia 12 tahun yang terpaksa putus sekolah karena ayahnya meninggal. Akbar tidak rela jika adiknya juga tidak bersekolah seperti dirinya, satu cita-cita terbesar Akbar yaitu ingin menyekolahkan adiknya, adik yang sangat dicintainya. Untuk itu Akbar rela bekerja sebagai tukang bersih-bersih dan maaf ‘pesuruh’ di rumah atasanku.
Akbar yang selalu aku jumpai setiap pagi sedang menyapu halaman rumah dengan semangat  tak lupa selalu menyapaku dan teman-teman dengan ramah sambil menyunggingkan senyum khasnya.
Akbar  yang pendiam dan begitu penurut, pernah sambil berkaca-kaca  bercerita padaku tentang dirinya, ibu dan adiknya. Dan itu membuat hatiku semakin trenyuh jika menngingatnya.
Akbar yang begitu tekun, membersihkan halaman tiap pagi, mengantar nasi dengan riang, tetap tersenyum meski dinakali oleh keponakan atasanku.
Akbar melakukan semuanya dengan ihklas dan senyum, dan terasa seperti tidak ada beban. Padahal sebenarnya Akbar memikul beban yang belum pantas dipikulnya. Anak sekecil Akbar terpaksa menjadi “bapak” untuk keluarga kecilnya.
Di saat usia seperi dia yang seharusnya  duduk manis di kelas, mendengarkan guru dengan seksama, terpaksa harus bekerja demi keinginan mulianya ‘Akbar hanya ingin adiknya sekolah tidak seperti dirinya yang putus sekolah”
Yoel,
Pembantu depan rumah messku. Yoel yang masih duduk di kelas 5 SD tiap malam harus berbasah-basahan mencuci mobil majikannya yang jumlahnya 4. Namun Yoel tetap ceria. Setiap kali melihat Yoel, dia begitu bersemangat dan tak lupa melempar senyum ketika melihat aku dan teman-teman melewati dirinya. Suara Yoel yang cemempreng dan selalu ceria membuatku tertawa setiap kali ngobrol dengannya.
Yoel selalu bersemangat  dan bertekad untuk tetap sekolah, karena itu  Yoel rela malam harinya waktunya dia habiskan untuk mencuci mobil majikannya. Yoel harus berbasah-basahan dan kedinginan. Namun, Yoel tetap tertawa dan bercanda dengan kakaknya yang juga membantu mencuci mobil. Semoga kebahagianmu dapat mengurangi rasa dinginmu, Yoel.
Akbar, Yoel,aku tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kalian. Kalian malaikat kecil yang sangat menyenangkan. Tetaplah menjadi anak baik. Aku akan selalu mengingat, mendoakan dan merindukan kalian. Jika aku lemah atau berputus asa, aku akan selalu ingat kalian dan itu akan membuatku malu sehingga membuatku bisa kembali bangkit untuk bersemangat mengejar cita-citaku.
Ya Allah,,maaf hari ini aku menangis,,aku hanya ingin menangis sepuasnya karena dengan menangis aku bisa melepas beban ini Ya Allah...Tapi aku janji setelah ini aku akan menjadi kuat seperti Akbar dan Yoel. Semoga Allah selalu menyayangi dan menjaga Akbar dan Yoel dimanapun mereka berada.

Tulisan ini aku persembahkan untuk adik-adikku tercinta yang begitu kuat dan hebat, kakak menyayangi kalian Akbar dan Yoel, tetaplah menjadi anak yang manis.

Bekasi, 01 Agustus 2012, Tepat pukul 12 malam lebih sedikit ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar