Minggu, 04 September 2011

Pengalamanku menulis part 1


Semua Berawal dari Niat

Awal mula aku tertarik dengan dunia tulis menulis karena dituntun oleh  ambisiku  ingin  menjadi orang yang terkenal. Agak narsis memang. Mengetahui kenyataan bahwa seorang penulis bisa terkenal dan juga bisa mempunyai banyak duit, sebut saja JK Rowling dengan buku Harry Potternya, aku  pun mulai mencoba peruntungan di  dunia tulis menulis. Maklum hanya jalan  ini yang bisa mewujudkan ambisiku menjadi terkenal. Sebenarnya aku pengen mengikuti pemilihan aneka duta, sayangnya mukaku  tidak mendukung untuk hal tersebut.
Dengan semangat 45 aku  pun mulai menulis. Menulis apa saja,, baik  cerpen, essay, puisi, artikel, novel semua aku  lakoni. Selain itu aku  juga rajin mengikuti lomba. Semua ini demi mewujudkan ambisiku menjadi orang terkenal.
Namun, menulis ternyata tidak semudah seperti yang aku bayangkan. Melihat kenyataan  berpuluh-puluh karyaku yang  aku  kirimkan ke berbagai media semuanya ditolak. Selain itu nasib aneka lomba menulis yang aku ikuti pun sama tragisnya, aku tidak pernah memenangkan lomba satu pun!
Mendapati  kenyataan pahit ini, aku  pun menjadi kecewa dan menjadi malas untuk menulis. Akhirnya aku pun mandeg  dari dunia tulis menulis dengan perasaan  mangkel karena tidak bisa menjadi orang terkenal. Sampai suatu hari temanku  menghadiahi aku  sebuah buku tentang dunia tulis menulis.
Aku pun merasa disentil setelah membaca buku tersebut yang intinya mengajak kita untuk  menulis  sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, masyarakat dan dunia. Aku pun  mulai introspeksi diri, ternyata niatan menulis yang selama ini aku pegang adalah SALAH BESAR. Aku  menulis karena ambisi dan  bukan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca. Selain itu dalam menulis aku  juga tertekan oleh keinginan untuk menjadi terkenal. Jujur setelah aku  baca kembali tulisanku  ternyata tidak ada “isi”nya.
Aku  pun mulai menulis kembali dengan niatan yang sudah diperbaiki. Aku ingin menulis  sesuatu yang bermanfaat untuk pembaca  dan tentunya menulis dengan bebas dari segala macam tekanan. Yang penting aku happy menulis, soal menjadi terkenal biarlah itu menjadi urusan nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar