Selasa, 01 Februari 2011

Tulisanku yg dimuat di Suara Merdeka


SETIAP manusia pasti memiliki sisi positif dan negatif. Tak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Sang Mahapencipta. Begitu pula negara Indonesia; memiliki sisi positif dan negatif. Namun, kini, kita lebih banyak mengenal Indonesia dari sisi negatif.

Lihat saja berita di televisi tentang Gayus Tambunan. Dari satu kasus itu saja, kita bisa melihat betapa bobrok sistem hukum di Indonesia, mulai dari kepolisian, kejaksaan, sampai imigrasi. Terbukti, Gayus bisa  keluar-masuk tahanan dengan menyuap polisi, bahkan bebas melancong ke luar negeri.

Lalu, muncul lagi berita mengenai pembohongan publik yang disampaikan Presiden, yang diduga hanya sebagai pencitraan diri. Ya, SBY menyatakan kemiskinan di Indonesia berkurang. Itu diklaim sebagai salah satu prestasi dalam pemerintahannya.
Namun pernyataan SBY ditentang tokoh lintas agama. Bahkan dicap sebagai pembohongan publik. Karena, faktanya kesejahteraan penduduk di Indonesia merosot. Kemiskinan meningkat dan daya beli masyarakat menurun.

Ya, itulah salah satu sisi wajah Indonesia; mafia pajak, mafia hukum, dan mafia kasus bebas berkeliaran dan hidup sejahtera. Sementara itu, si miskin makin miskin dan hidup menderita.
Walau bobrok, kita jangan membenci Indonesia. Karena, masih banyak sisi positif Indonesia yang mungkin sejenak kita lupakan. Lihatlah keramahan dan rasa persaudaraan yang kuat pada penduduk. Lihatlah juga kekayaan budaya serta alam Indonesia.

Adalah tugas kita, generasi muda, untuk memulihkan nama baik Indonesia agar lebih baik lagi karena semua kebobrokan itu bisa dihilangkan. Bagaimanapun kita lahir di bumi pertiwi ini. Kita juga dibesarkan di bumi pertiwi ini, mencari makan dan hidup tak lepas dari bumi pertiwi. Tidakkah semua itu mengetuk hati kita untuk berbuat lebih baik lagi untuk Indonesia?

(dimuat pada tanggal 29 Januari 2011 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar